Kenali Hoax dengan mudah: ini dia ciri-cirinya
Kenali Hoax dengan mudah: ini dia ciri-cirinya

Kenali Hoax dengan mudah: ini dia ciri-cirinya

- +

Apakah kamu termasuk orang-orang polos yang hobby sebar berita dan link tanpa di cek kebenarannya? Mulai sekarang cobalah mengontrol emosi. Jangan gampang baper dengan artikel dan tulisan yang kamu baca, entah di grup WA, FB, Instagram, maupun di blog. Semakin marak penyebaran hoax, menandakan bahwa orang Indonesia masih terlalu polos, mudah terpancing emosi, dan suka ikut-ikutan, sehingga dengan mudahnya diperdaya begitu saja.
Hoax (ilustrasi)

Hoax dimanfaatkan tidak hanya untuk memicu konflik SARA, tapi ada keuntungan yang mereka peroleh untuk mengisi pundi-pundi rupiahnya. Misal Instagram untuk endorse dan jual beli akun, blog sebagai publisher adsense, dll. Tentu yang menjadi korban adalah orang-orang polos yang suka membaca artikel tidak tuntas dan keburu membagikannya.

Nah biar kamu gak kecolongan dengan si pedebah yang bernama hoax, kenali deh ciri-cirinya dengan mudah menurut versi syamsularifin.id, Ok? cekidot!

1. Judulnya provokatif bahkan intimidatif

Ciri pertama yang paling gampang kita lihat pada hoax yaitu judul artikel provokatif atau bahkan intimidatif. Ini dimaksudkan agar orang-orang tertarik dan terpancing emosi untuk membaca artikel lebih lengkap. Contoh, “Rina Nose buka jilbab, bilang Islam ajaran sesat”. Dilihat judulnya saja sudah sangat provokatif. Anda sebagai orang Islam pasti emosi meledak-ledak jika melihat kata Islam ajaran sesat. So pasti anda bakal klik link tersebut untuk baca lebih lanjut, dan masuklah kamu pada perangkapnya.
Disamping provokatif, judul artikel kadang mengintimidasi. Contoh, “Jangan gunakan peralatan masak dari aluminium, anda akan mati dalam seminggu”. Kamu pasti penasaran, karena di dapurmu pasti banyak peralatan masak dengan berbahan aluminium. Akhirnya kamu klik linknya masuk lagi pada perangkapnya.
So, sebaiknya gak usah buka link dengan judul begituan ya..

2. Tak hanya judul, isi artikel pun provokatif bahkan intimidatif

Hoax biasanya berargumen hanya melihat pada satu sisi. Untuk memperkuat argumennya ia terus menghubungkan dengan alasan, kejadian, maupun berita yang sudah diplintir jauh dari fakta sebenarnya. Tak heran akan banyak dijumpai kata cacian, hinaan, makian, dan hal yang menakutkan.
Kalau kamu tidak bisa mengontrol emosi, pasti kamu akan segera membagikan atau paling tidak membubuhkan komentar. Nah ini sebenarnya yang diharapkan oleh mereka. Dengan begitu peluang untuk mengisi pundi-pundinya dengan rupiah semakin besar. Dan kamu telah membantunya.

3. Memaksa untuk like dan share

Sering kan dijumpai terutama di Facebook, ada postingan yang mau tidak mau kamu harus menyukai dan membagikannya. Misal, “Like, coment and share: masuk surga, Abaikan: masuk neraka”. Anehnya, postingan semacam ini justru banyak yang like dan share pula. Kamu yang pemalas pun akhirnya cari jalan pintas, terpancing emosi, akhirnya pun masuk perangkap like, coment, bahkan share pula. Contoh lagi, WhatsApp warna yang mewajibkan share ke 10 orang atau grup. Atau semacam seminar online yang mewajibkan share pada beberapa group WA, pas mau gabung eh grupnya sudah penuh. Kepancing emosi kan?

4. Artikel copy paste

Artikel hoax kebanyakan hanya copi paste. Kadang hanya merubah judul, kadang artikelnya berasar dari grup WA. Tak heran kadang dipenuhi dengan tanda *, _, maupun ~. Nah, untuk mengetahuinya cobalah cek di Google Search dengan topik yang senada. Kalau mendapati kesamaan, kamu dapat menandainya sebagai laman tak terpercaya. Dan jangan pernah buka lagi laman itu.

5. Mencomot nama artis atau ustadz terkenal, atau pun brand perusahaan

Hoax seringkali hendak menduplikat sebuah brand perusahaan, organisasi, maupun personal. Hal ini dimaksudkan untuk mengelabuhi pembaca seolah-olah berita tersebut dari sumber terpercaya. Coba carilah akun yang mempunyai kemiripan dan pilihlah akun yang telah terverifikasi. Biasanya ada lencana centang biru untuk Twitter, Facebook dan Instagram. Pastikan membaca alamat web dengan benar, karena biasanya dibuat mirip dengan aslinya. Seperti whatsappx.org atau newsdetik.blogspot.com dan lain sebagainya.

6. Menggunakan domain gratisan

Bila artikel tersebut terposting di blog, maka kebanyakan blog yang digunakan hanyalah blog gratisan. Biasanya yang sering digunakan adalah …blogspot.com, …wordpress.com, …heck.in, dan lainnya. So biasakan untuk melihat url situs saat anda membaca artikel dan berita.
Berhati-hati pula saat kamu membaca artikel dari situs berdomain .ml/… .ga/… .cf/…. dan .tk/…, contoh http://newdetik.tk/, karena itu hanya domain gratisan satu tahun yang didapat dari frenom.com. Perlu berhati-hati pula dengan situs berdomain . com .net .org dan gTLD(Generic Top Level Domain) lainnya. Karena domain itu domain umum yang dapat digunakan oleh siapa saja dengan mudahnya.
Situs dengan domain Indonesia dinilai lebih terpercaya, seperti .id .co.id . ac.id .sch.id .or.id .go.id .desa.id dan lain lain. ID menunjukkan Indonesia, untuk memperoleh domain ini dapat dibilang cukup rumit, yaitu harus menggunakan KTP asli, SIUP, SK, dan persyaratan lainnya. So, memilik website dengan domain .id dan kawan-kawannya akan berpikir berulang-kali untuk menyebar berita hoax.
Perhatian! Jangan terkecoh dengan …blogspot.co.id, perhatikan kata blogspotnya. Karena meskipun domain ini berbuntut .id, tapi kata blogspot itu tetap menunjukkan bahwa blog itu merupakan blog gratisan yang didapat dari blogger.com.
Domain .id merupakan domain bergensi dan paling mahal untuk ccTLD(Country Code Top Level Domain) Indonesia. Seperti blog syamsularifin.id ini, kamu insyaa Allah terbebas dari hoax, bahkan ada banyak artikel yang menjadikan harimu lebih berwarna.
Demikian semoga bermanfaat!
Diperbarui
Tambahkan Komentar
Kenali Hoax dengan mudah: ini dia ciri-cirinya

Kenali Hoax dengan mudah: ini dia ciri-cirinya